"Kau dan Segenap KegantenganMU"

     

                                                                "Kau dan Segenap KeganteganMu"



Sejenak, izinkan aku menceritakan separuh tentangmu....            

Wajah di balik jendela..

Kau tahu?

Sejak hari itu, aku menempatkamu di bangku hati...

Cinta yang menyapa seakan menyambar kebekuan hati...

Melulantarkan luka yang datang bertubi-tubi...

 

Kala itu aku juga tak mengenalmu di balik indah mimpi malamku....

Akankan aku menyangkut di bangku hatimu? Ah, pikiranku terlalu menggapaimu seutuhnya...

Saat-saat sore dengan senjanya di ufuk barat, seakan lamunan membawaku,Menyapamu dalam diamku...

Hasrat ingin memilikimu

Namun akankah semesta mensupportku...

Kau datang dengan kegantenganmu,sejenak menghapus bekasan luka yang tak lekas sembuh..

Kau yang terus ada di mimpiku, kala itu serasa semesta merestuiku;gumamku...

 

Diam-diam di dalam balutan luka, kasih sayangmu semakin nampak....

Memferbani segala goresan kisah yang menodai kesempurnaan cinta...

 

Engkau dan segala kegantenganmu, adalah amin teriakan Do'a ibuku...

Adalah engkau dan segenap gantemu, bukti semoga ayahku...

Semakin engkau hadir membalut lukaku, semakin aku khawatir..

Jika sewaktu waktu engkau kembali menambah luka..

 

Aku telah jatuh cinta padamu...

Engkaukah aduanku pada Tuhanku?

Engkaukah segenap cinta yang hadir sekali dalam hidup?

Dan engkau dengan segenap kegantenganmu,

Maaf jika aku membawamu dalam heningku tanpa sepengetahuanmu...

 

Harapku, meski takut cemas kecewa

Izinkan aku melangkah dalam dekapanmu

Setelah langkah ini pun terhenti di jalanmu, engkaulah masa terindahku...

Dan engkau yang terbaik setelah ayahandaku, Aku Mencintaimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kita yang ditelantarkan"

Sajak di Bulan Mei

Suatu Hari di bulan Mei