Hujan kini menjadi rindu Masih bisakah kupetik rasa Di antara rinai hujan yang membawa aroma kerinduan Jika boleh Kan kucium aroma wangi itu Walau basah kuyup diri ini Walau dingin mampu buatku beku Akan kunikmati Seakan tak memilih tanda hidup Aku hanya ingin Tetap menikmati kidung rindu di antara lebatnya hujan Merasakan satu persatu tetesannya Membiarkan diri kaku dalam gemetaran Sampai kutahu Diri bukanlah patung yang ng tak berasa
"Sajak di Bulan Mei" Ribuan bulir bening basah menyelimuti... Jiwaku seakan hanyut terbuai.... Rindu seakan merambat segala rasa... Aku terlena pada suasana hati melayang tinggi... Pada litani rasa cinta yang telah hadir Diutarakan segala rasa yang ada Bercengkrama dalam hening jiwa Berdua jalani cerita cinta syahdu..
"Suatu Hari di bulan Mei" 24 Mei kala itu... Engkau,wanita cantik yang kusapa 'Ibu' Lagi-lagi sukmamu dihajar habis-habisan.. Lagi-lagi tulangmu dipatahkan.. Lagi-lagi sakit muliamu terulang.. Litani terlantun, agar Engkau mampu menyelami segala rasa... Nyawa, kala itu menjadi taruhan besar Desas desus segala harap, mengiring sebuah pertarungan hebat. Sepucuk harapan dari padamu'Mampu mengadakan generasi' Dan dariku ,untukmu mama... Terimakasih sudah menjadi pemenan...
Komentar
Posting Komentar